Skip to main content

LED Berkedip (Blink) dengan Waktu Delay Diatur Potensiometer - Mr. Ido


Hai guys!!!
Pada tutorial ini Latihan Arduino bakal membagikan tutorial masih dengan LED. Di tutorial sebelumnya (LED Berkedip (Blink) menggunakan Arduino - Mr. Ido), kita telah membagikan cara untuk membuat LED berkedip. Kali ini kita bakal upgrade sedikit dengan cara memberikan waktu berkedip LED yang diatur dengan Potensiometer. Pada pin analog Arduino kita manfaatkan perubahan nilai yang masuk ke pin analog tersebut dengan merubah nilai resistansi dari potensiometer. Tegangan yang dapat dibaca pada pin analog ini adalah 0 - 5V dengan nilai analog yang memiliki rentang 0 - 1023 dalam bilangan integer. Dari nilai analog tersebut bisa digunakan untuk mengatur lamanya delay LED berkedip. Untuk merubahnya dalam satuan waktu, bisa digunakan perbandingan antara delay waktu maksimum yang diinginkan dengan 1023, yang dapat ditulis dalam persamaan berikut
Keterangan:
  • Delay waktu merupakan delay yang akan dipakai untuk delay berkedip
  • Waktu maksimum merupakan waktu delay maksimum yang diinginkan. Misal delay maskimumnya 2 detik, maka waktu masksimumnya 2000 dalam satuan ms.
  • 1023 merupakan nilai analog maksimum
  • Nilai analog merupakan input nilai analog yang diatur berdasarkan perubahan nilai resistansi dari potensiometer
Nah langsung saja masuk ke tutorialnya. Untuk komponen-komponen yang dibutuhkan adalah sebagai berikut

Alat dan Bahan

1. Arduino Uno
2. LED - 1 buah
3. Resistor 100 Ω - 1 buah
4. Potensiometer 10K - 1 buah
4. Jumper - 5 buah
5. Breadboard

Skematik Rangkaian

Untuk skematik rangkaiannya adalah sebagai berikut
Keterangan:
1. Anoda (+) LED -- Resistor 100 -- D13 Arduino
2. Katoda (-) LED -- GND
3. Kaki potensiometer sisi pinggir 1 -- 5V Arduino
4. Kaki potensiometer sisi tengah -- A0 Arduino
5. Kaki potensiometer sisi pinggir 2 -- GND

Setelah rangkaian dirangkai di breadboard, langsung tulis sketch berikut di Arduino IDE, atau bisa langsung download di sini
/*Created by Mr. Ido 
  latihanarduino.blogspot.com */

#define LED 13               //pin D13 didefinisikan sebagai LED
float Tmax = 1000.00;        //didefinisikan untuk waktu delay (ms) max dalam bilangan desimal
float Amax = 1023.00;        //didefinisikan untuk nilai input analog max
void setup() {
  pinMode(LED, OUTPUT);      //pin LED sebagai output
}

void loop() {
  int pot = analogRead(A0);  //pembacaan input analog pada A0 dalam bilangan bulat
  float x = Tmax/Amax;       //persamaan pembagian Tmax/Amax
  int waktu = pot * x;       //untuk delay waktu yg didapat dari pot * x
  digitalWrite(LED, HIGH);   //LED menyala
  delay(waktu);              //LED menyala selama waktu
  digitalWrite(LED, LOW);    //LED mati
  delay(waktu/2);            //LED mati selama 1000ms (1 detik)
}
Setelah itu diverify dan upload ke Arduino
Selesai...

Untuk melihat hasilnya bisa dilihat pada video tutorial kita (link menyusul), atau silahkan langsung dicoba sendiri. Lama LED berkedip dapat diatur dengan memutar potensiometernya

Nah itu dulu tutorial kita, semoga dapat bermanfaat.
tengkyu

Comments

Popular posts from this blog

Komponen dan Simbol Elektronika - Mr. Ido

Hai guys!!! Pada postingan awal kita udah ngebahas tentang Arduino. Sebelum memulai pakai Arduinonya, ada baiknya kita kenal dulu komponen-komponen dan simbol-simbol dari elektronika, sehingga ntar gak bingung waktu nyoba merangkai rangkaian elektronikanya. Nah di postingan ini bakal dijelaskan komponen-komponen elektronika secara umum. Resistor Resistor merupakan komponen pasif yang fungsinya sebagai penghambat arus listrik yang mengalir pada suatu rangkaian elektronika. Nah resistor ini paling sering dipakai dalam rangkaian elektronika. Bisanya resistor disimbolkan dengan huruf "R". Resistor memiliki nilai resistansi (hambatan) dalam satuan Ohm (Ω). Beberapa jenis resistor diantaranya: Fix Resistor, Resistor Variabel, Termistor (NTC, PTC), LDR (Light Dependent Resistor). Kapasitor Kapasitor merupakan komponen pasif yang memiliki fungsi untuk menyimpan muatan listrik sementara. Di dalamnya terdapat 2 buah konduktor yang terpisah dengan jarak tertentu o

PWM pada Arduino

Hai guys!!! Pada postingan Dasar Pemrograman Arduino  telah dijelaskan beberapa pemrograman dasar yang dapat digunakan untuk mengontrol arduino. Disitu dijelaskan bagaimana menggunakan input dan output dari arduino. Input dan output dari arduino terdiri dari digital dan analog. Nah kali ini kita fokus pada output analog dari Arduino. Biasanya untuk menghidupkan LED kita gunakan  digitalWrite() . Dengan menggunakan digitalWrite() , maka output berupa   HIGH dan LOW  dan LED akan hidup dan mati saja. Andai ingin menghidupkan LED, tetapi hidupnya hanya setengah, maka tidak bisa menggunakan digitalWrite() . Oleh karena itu kita butuh output analog. Output analog biasa dikenal sebagai PWM ( Pulse Width Modulation ). PWM akan memanipulasi output digital menjadi analog. Output ini berupa sinyal kotak dan memiliki nilai HIGH dan LOW secara bergantian dengan waktu tertentu. Persentase sinyal HIGH dengan LOW dalam satu waktu disebut duty cycle . Duty cycle  ini memiliki nilai 0 - 100 %. N