Skip to main content

Komponen dan Simbol Elektronika - Mr. Ido

Hai guys!!!
Pada postingan awal kita udah ngebahas tentang Arduino. Sebelum memulai pakai Arduinonya, ada baiknya kita kenal dulu komponen-komponen dan simbol-simbol dari elektronika, sehingga ntar gak bingung waktu nyoba merangkai rangkaian elektronikanya. Nah di postingan ini bakal dijelaskan komponen-komponen elektronika secara umum.


Resistor

Resistor merupakan komponen pasif yang fungsinya sebagai penghambat arus listrik yang mengalir pada suatu rangkaian elektronika. Nah resistor ini paling sering dipakai dalam rangkaian elektronika. Bisanya resistor disimbolkan dengan huruf "R". Resistor memiliki nilai resistansi (hambatan) dalam satuan Ohm (Ω). Beberapa jenis resistor diantaranya: Fix Resistor, Resistor Variabel, Termistor (NTC, PTC), LDR (Light Dependent Resistor).



Kapasitor

Kapasitor merupakan komponen pasif yang memiliki fungsi untuk menyimpan muatan listrik sementara. Di dalamnya terdapat 2 buah konduktor yang terpisah dengan jarak tertentu oleh bahan dialektrik. Biasanya kapasitor disimbolkan dengan huruf "C". Nilai kapasitansi (kapasitas kapasitor) dari kapasitor adalah dalam satuan Farad (F).



Induktor

Induktor merupakan komponen pasif dalam bentuk lilitan yang akan menimbulkan medan magnet jika dialiri arus listrik. Medan magnet yang ditimbulkan mampu menyimpan energi yang relatif singkat berdasarkan hukum induksi Faraday. Kemampuan menyimpan energi magnet disebut dengan induktansi dalam satuan Henry (H). Induktor biasanya disimbolkan dengan huruf "L".


Dioda

Dioda merupakan komponen aktif terbuat dari bahan semikonduktor dengan menghantarkan arus listrik dalam satu arah, tetapi akan menahan arus dari arah sebaliknya. Dioda terdiri dari dua buah elektroda, yaitu Anoda (+) dan Katoda (-). Nah di dalam dioda terdapat sebuah junction p-n. Pada junction tipe-p terdapat pada sisi Anoda dan tipe-n pada sisi Katoda. Biasanya dioda disimbolkan dengan huruf "D".



Transistor

Transistor merupakan komponen aktif dari bahan semikonduktor yang memiliki 3 buah kaki. Transistor dibagi menjadi dua jenis, yaitu Transistor Bipolar (BJT) dan FIeld Effect Transitor (FET). Fungsinya sebagai penyearah, penguat, stabilisasi, dan sebagai saklar. Pada BJT terdiri dari terminal Base (B), Colector (C), dan Emitor (E) dan memiliki dua tipe, yaitu N-P-N dan P-N-P, sedangkan pada FET terdiri dari terminal Gate (G), Drain (D), dan Source (S). Biasanya transistor disimbolkan dengan huruf "Q".




Nah mungkin itu dulu pada postingan ini. Mudah-mudahan bisa bermanfaat.
Tengkyu

Comments

Popular posts from this blog

LED Berkedip (Blink) dengan Waktu Delay Diatur Potensiometer - Mr. Ido

Hai guys!!! Pada tutorial ini Latihan Arduino bakal membagikan tutorial masih dengan LED. Di tutorial sebelumnya ( LED Berkedip (Blink) menggunakan Arduino - Mr. Ido ), kita telah membagikan cara untuk membuat LED berkedip. Kali ini kita bakal upgrade sedikit dengan cara memberikan waktu berkedip LED yang diatur dengan Potensiometer. Pada pin analog Arduino kita manfaatkan perubahan nilai yang masuk ke pin analog tersebut dengan merubah nilai resistansi dari potensiometer. Tegangan yang dapat dibaca pada pin analog ini adalah 0 - 5V dengan nilai analog yang memiliki rentang 0 - 1023 dalam bilangan integer. Dari nilai analog tersebut bisa digunakan untuk mengatur lamanya delay LED berkedip. Untuk merubahnya dalam satuan waktu, bisa digunakan perbandingan antara  delay  waktu maksimum yang diinginkan dengan 1023, yang dapat ditulis dalam persamaan berikut Keterangan: Delay waktu merupakan delay yang akan dipakai untuk delay berkedip Waktu maksimum merupakan waktu delay ma

PWM pada Arduino

Hai guys!!! Pada postingan Dasar Pemrograman Arduino  telah dijelaskan beberapa pemrograman dasar yang dapat digunakan untuk mengontrol arduino. Disitu dijelaskan bagaimana menggunakan input dan output dari arduino. Input dan output dari arduino terdiri dari digital dan analog. Nah kali ini kita fokus pada output analog dari Arduino. Biasanya untuk menghidupkan LED kita gunakan  digitalWrite() . Dengan menggunakan digitalWrite() , maka output berupa   HIGH dan LOW  dan LED akan hidup dan mati saja. Andai ingin menghidupkan LED, tetapi hidupnya hanya setengah, maka tidak bisa menggunakan digitalWrite() . Oleh karena itu kita butuh output analog. Output analog biasa dikenal sebagai PWM ( Pulse Width Modulation ). PWM akan memanipulasi output digital menjadi analog. Output ini berupa sinyal kotak dan memiliki nilai HIGH dan LOW secara bergantian dengan waktu tertentu. Persentase sinyal HIGH dengan LOW dalam satu waktu disebut duty cycle . Duty cycle  ini memiliki nilai 0 - 100 %. N